Kesaksian kesembuhan melalui doa kepada Tuhan dengan pertolongan Mgr. F.X. Sudartanta Hadisumarta O.Carm. oleh Ibu PLS yang berusia 69 tahun dan berasal dari Jember
Pada bulan Februari 2023 saya mengalami mual dan muntah-muntah. Karena tidak kunjung membaik, dengan dibantu ketua RT, anak saya memanggil ambulans dan saya dilarikan ke IGD RS Jember Klinik. Karena kehilangan banyak cairan, kesadaran saya sudah agak menurun. Karena saturasi sudah sangat rendah, begitu sampai IGD, selang oksigen segera dipasang. Keputusan dokter jaga saat itu, saya harus opname dan ditangani dokter spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lanjutan. Akhirnya saya menjadi pasien dr. Herman, Sp. PD.. Keesokan harinya dilakukan pemeriksaan lab. Hasilnya saya dinyatakan terkena infeksi saluran kencing dan gangguan asam lambung). Setelah dirawat beberapa hari ( 4 hari 3 malam), saya diperbolehkan pulang dan tetapi harus menjalani kontrol rutin sampai keluhan hilang.
Pada bulan April 2023 saya kembali mengalami keluhan yang sama, meski makanan sudah dijaga ketat dan menjalani kontrol rutin ke dokter penyakit dalam. Kali ini saya menolak untuk dibawa ke RS. Maka saya dibawa oleh anak saya ke dokter umum (dr. Ernst Randy Nuralim). Hasil diagnosanya sama, yaitu saya terkena gangguan asam lambung dan infeksi saluran kencing.
Pada bulan Mei 2023 di suatu tengah malam tiba-tiba saya kembali mengalami kram perut hebat di bagian kanan bawah. Dalam kondisi lemas, berkeringat dingin, badan demam, kram perut dan kejang, saya dibawa ke IGD RS. Jember Klinik dan kembali dirawat di rumah sakit. Dokter yang menangani tetap sama, dr. Herman, Sp. PD. Dokter Herman memutuskan saya harus menjalani USG abdomen dan beberapa pemeriksaan lainnya (darah, foto thorax). Hasil USG abdomen menunjukkan tidak ada kelainan di perut/ usus saya. Sedang hasil pemeriksaan thorax, diketahui ada pembengkakan jantung, saya memang adalah pasien jantung koroner sejak tahun 2010, dan selalu kontrol rutin setiap bulan. Karena saat itu saya juga mengalami sesak nafas, dokter menduga sesak itu disebabkan oleh pembengkakan di jantung. Karena itu saya dikonsultasikan ke dokter jantung yang selama ini menangani saya, yaitu dr. Dandy Hari Hartono, Sp. JP.
Pada bulan Juni 2023 saya kembali menjalani opname untuk ketiga kalinya dengan keluhan yang sama. Karena sudah dua kali opname, namun keluhan masih tetap sama dan tidak menunjukkan perbaikan, suami saya meminta agar saya ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam yang lain; untuk mendapatan pendapat kedua. Saat itu, saya memutuskan memilih salah satu dokter spesialis penyakit dalam senior di kota Jember, dr. Sugeng, Sp. PD. Setelah me-review hasil pemeriksaan USG abdomen sebelumnya, dr Sugeng memutuskan agar saya menjalani USG abdomen ulang untuk memastikan. Hasil USG kembali menunjukkan semuanya normal, tidak ada bayangan atau kelainan di usus dan perut secara keseluruhan. Maka saat itu dr Sugeng mendiagnosa saya mengalami gangguan asam lambung.
Pada bulan Juli 2023, tepatnya tanggal 1 Juli 2023 saya kembali menjalani opname di RS Jember Klinik, masih dengan keluhan yang sama. Dokter Sugeng kembali memberikan diagnosa gangguan asam lambung. Setelah beberapa hari opname, saya diizinkan pulang dan diminta menjalani kontrol rutin Setelah itu pada tanggal 27 Juli 2023 dokter jantung meminta saya untuk kembali menjalani kateterisasi jantung untuk memastikan apakah sesak yang selama ini dialami oleh saya benar-benar karena disebabkan pembengkakan jantung. Maka pada tanggal itu, saya menjalani opname lagi di RSUD dr. Soebandi karena di Jember, rumah sakit ini adalah satu-satunya rumah sakit yang memiliki peralatan untuk katerisasi (cath lab). Hasil dari pemeriksaan cath lab, di jantung bagian kiri ada penyumbatan sekitar 40%, sementara aliran sebelah kanan lancar, tanpa penyumbatan. Hasil ini kurang lebih sama dengan hasil pemeriksaan tahun 2019, bahkan cenderung membaik karena terapi pengobatan yang selama ini sudah dijalani. Maka dengan hasil itu, dr Dandy kembali memutuskan untuk tidak perlu dilakukan pemasangan ring, cukup dengan terapi obat. Dokter menyimpulkan bahwa dan sesak yang selama ini dialami saya bukan disebabkan adanya penyumbatan di jantung saya.
Selanjutnya pada bulan September 2023 saya kembali mengalami keluhan kram hebat di perut bagian bawah. Saat itu saya minta diantar ke dokter umum, dr Ernst Randy Nuralim, saja karena saya sudah tidak mau menjalani opname lagi. Dokter Ernst meminta saya untuk melakukan USG abdomen kembali. Anak saya berusaha meyakinkan dokter bahwa saya sudah menjalani 2x USG abdomen di RS Jember Klinik dan hasilnya semua normal. Dokter Ernst menyarankan Mama diperiksa di laboratorium swasta dan ditangani dokter radiologi berbeda untuk memperoleh pendapat kedua. Saat itu dr Ernst meminta saya segera melakukan pemeriksaan secepatnya dan tidak menunda-nunda supaya bisa segera tertangani. Sore harinya anak saya menghadap dokter untuk menyerahkan hasil USG abdomen untuk dibaca hasil. Kali ini hasilnya tidak cukup baik. Dokter curiga adanya massa pada caecum yang meluas ke appendix. Dokter memberi rekomendasi agar saya menjalani pemeriksaan CT scan dengan kontras.
Pada bulan Oktober 2023 setelah mengurus segala berkas yang diperlukan untuk menjalani pemeriksaan CT scan, sayaa kembali menjalani opname di RS Jember Klinik. Dokter yang menangani kali ini adalah dr Sugeng, Sp. PD. Hasil dari CT scan menguatkan dugaan sebelumnya yaitu adanya massa intraluminal di caecum, dan kista di ginjal kiri. Saat itu dr. Sugeng menyarankan saya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan colonoscopy. Sayangnya, ini hanya bisa dilakukan di Surabaya atau Malang, karena tidak ada peralatan colonoscopy di Jember.
Anak saya memutuskan untuk mengambil pilihan saya menjalani proses di Malang dengan pertimbangan ada keluarga anak saya yang lain yang bisa membantu mendampingi saya selama proses pengobatan tersebut. Singkat cerita, saya dibuatkan surat rujukan untuk menjalani semua proses yang diperlukan dan semua berkas pemeriksaan mama dialihkan ke RS. Saiful Anwar, Malang. Pada tanggal 20-25 Oktober, saya mulai menjalani semua proses pemeriksaan awal di RS. Saiful Anwar, Malang. Mulai dari pemeriksaan darah, patologi dan review hasil CT scan yang saya bawa dari RS Jember Klinik. Hasil dari review dan patologi adalah abdommal pain tumor. Saya kemudian dirujuk untuk opname dan menjalani proses pemeriksaan colonoscopy. Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya saya menerima panggilan dari RSSA Malang supaya saya bisa mulai masuk opname pada hari Minggu (akhir Oktober), pukul 07.00 melalui IGD. Dari perawat yang bertugas dan dokter jaga yang memeriksa, saya memperoleh informasi bahwa proses colonoscopy akan dilaksanakan pada hari Rabu pagi. Namun sampai Selasa sore hari, tidak ada tindakan apapun yang saya jalani selain infus dan minum obat.
Pada hari Selasa malam, salah satu dokter jaga bersama perawat, memberi tahu kami bahwa proses colonoscopy terpaksa harus ditunda karena mesin colonoscopy di RS Saiful Anwar rusak dan tidak ada kepastian berapa lama yang diperlukan untuk proses perbaikannya. Saya diminta untuk keluar dari RS terlebih dahulu sambil menunggu panggilan dari RS apabila alat colonoscopy sudah selesai diperbaiki. Saat itu, dokter jaga berpesan jika selama menunggu terjadi keluhan yang tidak wajar, misalnyal : tidak bisa buang air besar, kram perut hebat, atau lainya, maka saya harus secepatnya dibawa ke IGD dimana pun untuk dioperasi, karena itu berarti benjolan yang ada sudah sangat menekan dan perlu penanganan darurat. Dalam keadaan bingung, keluarga memutuskan untuk membawa saya untuk kembali ke Jember terlebih dahulu untuk menunggu panggilan RS, karena obat jantung yang biasa dikonsumsi habis sementara pengobatan jantung saya tetap terdaftar di Jember.
Pada bulan November 2023, masih di Tengah kekuatiran, setelah segala urusan kontrol rutin jantung selesai, saya dibawa kembali ke Malang. untuk kontrol di bagian bedah Onkologi RSSA Malang. Ternyata, sampai saat itu pun, mesin colonoscopy masih dalam perbaikan dan kami disarankan untuk kembali dalam 2 minggu lagi. Sebelum pulang ke Jember, keluarga anak saya yang di Malang mengajak saya untuk berkunjung ke Taman Doa dan Kolumbarium Karmel Parantijati,. Hari itu, tanggal 14 November 2023, hari peringatan arwah semua anggota Karmel. Di Parantijati sedang ada perayaan Ekaristi penyimpanan 10 abu para imam Karmel. Saat itu kami bertemu dengan Br. Antonius Sumardi, O. Carm, yang kami kenal karena pernah bertugas di Jember. Beliau menanyakan kabar kami. Saat itu anak saya bercerita bahwa kami semua sedang berada di Malang karena proses pengobatan saya. Kemudian Br. Antonius Sumardi menyarankan agar kami berjalan-jalan melihat museum dan kami ditemani oleh Rm. Ignasius Budiono, O.Carm. Ketika tiba di benda-benda peninggalan milik Mgr. F.X. Sudartanta Hadisumarta, O.Carm, Rm. Ignasius Budiono O.Carm. bercerita bahwa ada beberapa kesaksian kesembuhan yang dialami setelah orang berdoa kepada Tuhan dengan bantuan Mgr. F.X. Sudartanta Hadisumarta O.Carm. Saat itu sudah empat orang yang memberi kesaksian kesembuhan. Kami diantar oleh Rm. Ignasius Budiono untuk pergi dan berdoa di Kapel Mgr. Hadi, sambil Rm Budi berkata ke saya begini: “Ibu, coba ibu berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Mgr. Hadi, matur mohon kesembuhan melalui perantaraan doa Monsignor.” Itulah pertama kalinya saya berdoa memohon kesembuhan melalui perantaraan Mgr. Kali kedua kami datang ke Kapel, adalah malam sebelum keberangkatan kami kembali Jember. Setelah berdoa mohon kesembuhan, saya berkata dalam hati: ”Monsignor, jika saya bisa beroleh kesembuhan, saya akan kembali lagi ke tempat ini.” Setelah itu saya melanjutkan Doa Mohon Kesembuhan melalui perantaraan Mgr. Hadi di rumah setiap hari.
Pada tanggal 24 November 2023 karena tidak adanya kepastian dari RS Saiful Anwar Malang tentang kapan saya bisa melakukan colonoscopy dan anak saya berpikir bahwa kami berpacu dengan waktu, maka anak saya memutuskan untuk mencari opsi lain, saya dibawa ke dokter bedah umum di Jember, dr. Samsul Huda, Sp. B. Dokter memeriksa hasil-hasil pemeriksaan lab yang lama dan menyatakan bahwa apabila beliau melihat hasil-hasil yang sudah dilakukan selama ini, saya dicurigai menderuta kanker. Saya harus menjalani operasi pemotongan usus yang dicurigai ada benjolan. Saya sungguh takut dan kuatir. Namun untuk memastikan di bagian usus yang mana yang ada benjolannya, dokter meminta saya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium lagi yaitu proses colon in loop. Proses colon in loop bisa dilakukan di Jember.
Pada bulan Desember 2023 saya menjalani proses colon in loop di RS Jember Klinik. Dari hasil pemeriksaan colon in loop, dokter radiologi menyatakan Susp. CA Caecum atau dalam Bahasa umumnya kanker usus besar. Seminggu setelah saya keluar dari rumah sakit, saya dibawa kembali oleh anak saya ke dr Samsul Huda, Sp. B untuk menyerahkan hasil pemeriksaan colon in loop. Dari hasil yang dibawa, dr. Samsul menyatakan bahwa dari hasil foto colon in loop, usus mama dinyatakan bersih; bahkan bayangan pun tidak ada. Dokter Samsul Huda menjelaskan, jika memang benar ada CA, maka akan terdeteksi dari bentuk usus yang tidak beraturan (seperti bergerigi), tapi gambar tiga buah foto yang diambil dari semua sisi yang berbeda menunjukkan kalau usus tersebut utuh dan bersih. Maka untuk pemeriksaan abdomen dinyatakan selesai sampai proses ini dan proses colonoscopy tidak lagi diperlukan.
Saya tidak tahu bagaimana semuanya ini dapat terjadi. Tapi saya percaya bahwa permohonan saya kepada Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm. untuk mendoakan saya kepada Tuhan tidaklah sia-sia. Beliau sungguh mendoakan saya dan Tuhan mendengarkannya. Sampai saat ini, November 2024, kondisi saya sudah jauh membaik. Berat badan sudah kembali normal, hasil cek lab rutin menunjukkan semua hasil relatif normal dan saya jarang jatuh sakit.